Rokok & Alkohol (artikel dari sekolah kesehatan dot com)

sekolah kesehatan

Merokok sudah menjadi bagian dari gaya hidup orang muda di kota metropolitan. Begitu juga dengan konsumsi minuman beralkohol. Dua kebiasaan itu merupakan faktor risiko terjadinya osteoporosis.   Itu berarti para orang muda itu terancam osteoporosis dini.
* Perokok Meningkat

* Osteoporosis atau pengeroposan tulang yang ditandai dengan penurunan kepadatan tulang yang cepat serta penipisan jaringan tulang, kerap dihubungkan dengan perempuan dan usia lanjut.
* Padahal faktor risiko terjadinya osteoporosis bukan karena usia saja. Merokok atau mengkonsumsi alkohol pun menjadi faktor pemicu timbulnya osteoporosis. Tak heran kalau eksekutif muda, termasuk pria, juga bisa terancam osteoporosis dini.

Tidak bisa disangkal kalau jumlah perokok aktif di Indonesia kian hari kian bertambah. Tidak hanya pria tapi juga perempuan. Gaya hidup tidak sehat seperti itu ditambah kurangnya olahraga, akan memperbesar terjadinya osteoporosis.

Dengan kondisi seperti ini, jumlah penderita osteoporosis di kalangan usia muda bisa terus bertambah. Walaupun saat ini jumlahnya tidak sebanyak pada orang lanjut usia. Sayangnya, tidak terdapat data epidemiologis tentang besaran masalah ini.

Pemeriksaan densitas mineral tulang (DMT) yang dilakukan oleh PT New Zealand Milk terhadap 17 ribu penduduk, perempuan dan pria, di 14 kota besar di Indonesia, juga belum bisa memberi gambaran menyeluruh atas penyakit yang disebut sebagai silent disease tersebut.

Namun beberapa fakta yang bisa menjadi acuan menunjukkan keadaan yang sangat serius. Anggap saja pada usia produktif, angka kemungkinan penderita osteoporosis masih sangat kecil. Tapi sejalan dengan meningkatnya umur, angka kejadiannya bisa bertambah besar.

Gambaran kasar yang didapat dari pemeriksaan DMT tadi memperlihatkan bahwa pada umur 45-49, perbandingan perempuan yang terkena osteoporosis masih 1:10. Pada usia 50-54, sudah 2 di antara 10. Tapi begitu usia 70 tahun atau lebih, angka kejadiannya sudah menjadi 7 di antara 10 perempuan terkena osteoporosis.

“Itu berarti risikonya meningkat 7 kali lipat. Data tersebut memang tidak representatif karena yang diperiksa hanyalah orang yang datang. Sampelnya tidak bervariasi. Tapi setidaknya gambaran ini menunjukkan bahwa osteoporosis sudah ada di mana-mana,” ujar DR. Abas Basuni Jahari, MSc., ahli gizi dari Puslitbang Gizi Depkes RI.

Dari hasil pemeriksaan DMT didapat bahwa jumlah penderita osteoporosis usia produktif (25 – 34 tahun) sekitar 6 persen. Di mana jumlah pria lebih banyak dibandingkan perempuan. Kondisi itu diduga karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan mengasup minuman beralkohol.

“Orang yang suka merokok dan minuman beralkohol, biasanya sering lupa makan. Hal ini terjadi karena minuman alkohol menimbulkan efek kenyang. Kalau sudah begitu, asupan kalsiumnya tentu saja akan berkurang,” ujar doktor lulusan Cornell University, Amerika Serikat.

Tiga Serangkai

* Pola makan orang muda yang cenderung ke arah makanan cepat saji dan tidak beragam juga ikut menyumbang besarnya risiko osteoporosis. Makanan tersebut cenderung tidak dapat mencukupi kebutuhan kalsium yang diperlukan tubuh.

Kalsium merupakan mikro nutrien. Jumlah yang dibutuhkan tubuh hanya sekitar 1000 – 1200 mg per hari, tapi kehadirannya sangat diperlukan. Kalsium tidak bisa berdiri sendiri dalam menjalankan tugasnya. Untuk menghasilkan tulang yang baik dan kuat, setidaknya diperlukan tiga komponen besar pembentuknya. Selain kalsium, diperlukan juga fosfat atau fosfor serta vitamin D.

Kalsium yang berlebih tanpa kehadiran fosfat, tidak akan membentuk tulang dengan baik, bahkan akan dibuang percuma. Sebaliknya bila fosfat berlebih sedangkan jumlah kalsium kurang, maka kekurangannya akan diambil dari tulang supaya jumlahnya seimbang dalam darah. Jika sudah demikian, kalsium pada tulang akan berkurang. Hal ini juga tidak baik bagi tulang tersebut. Karena itulah jumlah keduanya harus seimbang.

“Pembentukan tulang akan bagus apabila rasio kalsium dengan fosfat seimbang. Dan juga vitamin D. Fosfat ini bisa berasal dari makanan. Semua zat-zat tersebut ada dalam makanan,” tambah staf pengajar di SEAMEO-Tropmed RCCN UI ini.

Untuk ukuran Indonesia yang berada di wilayah tropis, jumlah kebutuhan vitamin D bisa tercukupi. Paparan sinar matahari pagi selama 10-15 menit, sudah mampu mencukupi kebutuhan vitamin D bagi tubuh. Sayangnya, masyarakat Indonesia saat ini cenderung menghindari sinar matahari. Padahal gaya hidup seperti itu malah memperbesar kemungkinan terkena osteoporosis.

Menurut Dr. Bambang Setiyohadi, Sp.PD-KR, konsulen rematologi RSCM, “Gaya hidup penduduk Indonesia sekarang ini lebih banyak yang menghindari sinar matahari karena takut hitam.” Padahal sinar matahari sangat diperlukan untuk pembentukan vitamin D yang berguna bagi tulang.

Paparan sinar matahari yang baik adalah pada pukul 06.00-09.00. Sebaiknya tubuh yang terkena sinar matahari, terutama bagian tangan tidak dilindungi tabir surya maupun pakaian berlengan panjang, supaya pembentukan vitamin D tidak terhalang.

Mudah Dicegah

* Kondisi Indonesia yang kaya akan sinar matahari serta makanan yang bergizi, sebetulnya mempermudah upaya pencegahan osteoporosis. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang serta bervariasi.

Tidak perlu mahal. Ikan teri misalnya, bisa menjadi pilihan untuk pemenuhan kebutuhan kalsium. Selain itu, konsumsi sayuran yang tinggi kalsium juga bisa dilakukan. Namun perlu dipertimbangkan adanya asam oksalat yang bisa menghambat penyerapan kalsium.

“Tapi itu jumlahnya tidak seberapa,” terang DR. Abas. Terlalu banyak serat juga bisa menjadi faktor penghambat penyerapan kalsium. Namun lagi-lagi, asupan serat di Indonesia juga masih di bawah kebutuhan. Sebagai gambaran, dalam satu hari setiap orang setidaknya butuh 25-30 gram serat, tetapi baru terpenuhi sekitar 15 gram.

Mengkonsumsi susu juga bisa menjadi pilihan untuk menambah asupan kalsium. Saat ini sudah banyak sekali susu berkalsium tinggi yang beredar di pasaran. Tidak hanya itu, karena susu kedelai pun bisa dijadikan sumber kalsium.

Dan yang terpenting, mulailah untuk bergaya hidup sehat. Banyak berolahraga, terutama olahraga beban bisa mencegah terjadinya osteoporosis. Olahraga pembebanan sangat baik untuk karena dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mengurangi risiko terjadinya fraktur.

Pembebanan juga bisa meningkatkan massa otot yang melindungi tulang dari sakit, lalu memperbaiki mobilitas dan keseimbangan tulang. Dengan begitu Anda bisa dengan bebas bergerak tanpa perlu khawatir terjadi luka bila terjatuh.

Selain itu olahraga aerobik, joging, jalan kaki, baik untuk kesehatan tulang. Namun bila sudah terjadi osteoporosis, hendaknya tidak melakukan olahraga tersebut. Karena saat melakukan joging misalnya, kaki akan menahan 3,5 kali berat badan. Hal itu tidak baik bagi tulang yang rapuh. Lebih baik berjalan kaki saja.

Selain giat berolahraga, kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi minuman beralkohol tentu harus ditinggalkan. Merokok memang gaya, tapi kalau sudah terkena osteoporosis apa masih bisa gaya?

Tanda-tanda osteoporosis

* Rasa sakit pada leher
* Rasa sakit pada tulang
* Tulang mudah retak
* Tubuh yang bungkuk
* Sakit punggung
* Kehilangan tinggi badan

Faktor Risiko Osteoporosis

* Rokok dan minuman beralkohol merupakan dua faktor risiko terjadinya osteoporosis. Faktor risiko lainnya, disebut DR. Abas Basuni Jahari, MSc., ahli gizi dari Puslitbang Gizi Depkes, adalah genetik, perempuan, masalah kesehatan kronis, penurunan hormon estrogen pada perempuan, kurang olahraga dan kurang kalsium.
* Secara genetik, bila dalam satu keluarga terdapat riwayat osteoporosis, kemungkinan anggota keluarga lain menderita osteoporosis adalah sekitar 60-80 persen.
* Perempuan. Sekitar 80 persen penderita osteoporosis adalah perempuan. Saat ini sekitar 10 juta orang Amerika diperkirakan telah mengalami penyakit tersebut Dari 10 juta penderita tersebut, 8 juta diantaranya adalah perempuan.
* Masalah kesehatan kronis. Penderita asma yang menggunakan obat-obatan jenis kortikosteroid berisiko mengalami osteoporosis. Selain itu risiko terkena osteoporosis juga meningkat pada penderita diabetes, hypertiroidism, penyakit hati atau rheumatoid arthritis.
* Kekurangan hormon. Pada perempuan, kejadian menopause yang menyebabkan berkurangnya hormon estrogen bisa menyebabkan terjadinya osteoporosis. Terapi sulih hormon (TSH) bisa menjadi pilihan untuk mengatasi kekurangan hormon estrogen. Hanya saja, untuk melakukan TSH harus dikonsultasikan kepada dokter terlebih dahulu. Beberapa jenis perawatan medis pada pria juga dapat mengakibatkan defisiensi hormon sehinga mengakibatkan osteoporosis.
* Kurang berolahraga.
* Kurang kalsium. Data survei nasional menunjukkan asupan kalsium pada masyarakat Indonesia masih kurang. “Intake kalsium kita paling tidak baru 400-500 mg per hari. Berarti masih setengah dari kebutuhan,” tutur DR. Abas.
* Indeks massa tulang yang rendah. Garis hitam yang muncul pada hasil x-ray tulang bisa mengindikasikan sudah terjadi penipisan tulang.
* Berat badan kurang.
* Lanjut usia.
* Periode menstruasi yang abnormal (amenorrhea).
* Anorexia nervosa (gangguan makan).

Supaya Tulang Tetap Sehat

* Kenali berbagai pengobatan yang bisa berpengaruh terhadap kesehatan tulang. Identifikasi dan evaluasi penggunaan obat-obatan yang diketahui dapat menyebabkan keropos tulang.
* Ubah kebiasaan tidak sehat seperti merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan tidak aktif.
* Pastikan asupan kalsium sekitar 1000 mg per hari untuk usia 50 tahun dan 1200 mg per hari untuk usia di atas 51 tahun.
* Pastikan asupan vitamin D yang adekuat. Normalnya, kita mendapat vitamin D yang cukup dari paparan sinar matahari setidaknya 10 menit setiap hari. Jika paparan sinar matahari tidak adekuat, maka asuplah vitamin D yang berasal dari suplemen dengan dosis 400-800 IU. Jangan lebih dari 800 IU per hari.
* Melakukan latihan angkat beban secara teratur, di mana tulang dan otot bekerja melawan gravitasi. Ini menyangkut olahraga jalan kaki, joging, tenis, naik tangga dan olahraga kelompok. Latihan dengan mesin statis dapat membantu menjaga kepadatan tulang. Olahraga fisik juga memperbaiki keseimbangan dan kesehatan otot. Jika Anda sudah terdiagnosa osteoporosis, maka program latihan yang dilakukan sebaiknya dievaluasi terlebih dahulu oleh dokter Anda

Tenang saja , ACFTA tidak akan mengganggu perekonomian Indonesia

Seringkali dalam memberikan pendapat ataupun masukan dari sebuah permasalahan, kita tidak lepas dari kepentingan, baik kepentingan diri sendiri ataupun kepentingan kolega yang sedang menghadapi permasalahan. Hal seperti ini tentu saja sah-sah saja, sepanjang pendapat yang disampaikan tersebut hanyalah pada kalangan terbatas.

Setiap pendapat yang disampaikan tentu saja memiliki konsekuesi, baik konsekuensi moral ataupun konsekuesi sosial. Apalagi hal yang disampaikan itu merupakan sesuatu yang berdampak sosial yang luas bagi sebuah bangsa.

Kalangan Akademisi seharusnya terlepas dari kepentingan, apalagi kepentingan politik. Sebagai akademisi, seorang Individu yang menyandang predikat akademisi haruslah menjaga kredibilitasnya sebagai seorang akademisi. Setiap pendapat yang disampaikan haruslah didasari teori yang kuat, dan dapat dipertanggung jawabkan.Dengan alasan apapun tidaklah pantas jika kalangan akademisi ikut tercemar oleh polusi politik atau politisasi dari kondisi yang ada.

Maraknya lembaga survey yang mengatasnamakan lingkungan akademisi, untuk membentuk opini masyarakat tentang kepemimpinan bangsa ini, apalagi memasukan politik keranah akademisi, tentu saja memberikan dampak yang tidak baik bagi kondisi keilmuan itu sendiri.

Sikap para Survey berbayar yang berusaha membentuk opini publik, tentu saja akan mendapatkan perlawanan dari para akademisi yang memiliki padangan politik dan kepentingan yang berbeda. Akhirnya akademisi dari kedua kelompok ini akan saling bekerja sama untuk merusak tatanan akademisi itu sendiri.

Mulai bingung dengan tulisan ini ? apa hubunganya dengan judul diatas. ?

Hanya pemberitahuan saja, kalau ini merupakan tulisan yang cukup panjang, jadi mohon kesediaan waktu anda untuk membaca tulisan ini sampai tuntas, karena kalau hanya dibaca sekilas, esensi yang disampaikan tidak akan anda dapatkan secara utuh.

Mari kita simak sebuah tulisan dari salah seorang Akademisi berikut ini yang dimuat di koran seputar Indonesia. Tanggal 3 Februari 2010.

Korek Api China dan Rekonsiliasi Indonesia

Firmanzah, PHD (Dekan Fakultas Ekonomi UI)

(dikutip dari koran Seputar Indonesia edisi 3 Februari 2010)

Dalam perjalanan menuju rapat di Universitas Salemba di Universitas Indonesia (UI) salemba, berkat sebuah korek api raksasa buatan China, saya diingatkan lagi tentang tantangan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) yang sudah hadir di depan mata. Korek api buatan China ini mempunyai dimensi panjang 20 cm dengan lebar 5 cm dan tebal 3 cm. Harganya juga sangat identik dengan produk buatan China yang terkenal murah, pada kisaran Rp. 5000,- – Rp. 10.000,-. Adapun korek api gas normal dengan ukuran jauh lebih kecil dijual dengan harga Rp 2.000,- ini mencerminkan betapa murahnya produk impor dari China .

Akhir-akhir ini, Pelindo II telah melaporkan peningkatan secara signifikan jumlah kapal pengangkut komoditas asal china di Tanjung Priol. Pada 2009, arus barang dari China menempati urutan ketujuh setelah Australia, Afrika, Amerika, Jepang, Eropa dan timur Tengah. Namun dengan adanya ACFTA, diprediksi terjadi lonjakan jumlah produk impor dari China ke Indonesia. Pertanyaan berikutnya, bagaimana kesiapan Indonesia menghadapi hal ini ? Apaah semangat membangun daya saing menjadi prioritas utama bangsa ini ?

Sungguh ironis, Tatkala ancaman ekonomi nasional sudah didepan mata, energi dan perhatian nasional masih terfokus pada persoalan yang justru bisa menghambat peningkatan daya saing nasional.

Sejumlah kasus seperti komisi pemberantasan korupsi (KPK) vs Polri dan dan talangan Bank Century mengalihkan perhatian nasional terhadap berbagai masalah lain. Mudah-mudahan ACFTA membangunkan kita untuk segera menyusun dan melakuan langkah percepatan dan terobosan termasuk sinergi secara nasional (pusat-daerah) dan lintas kementerian, demi memecah kebekuan pembangunan nasional.

Harus diakui, persoalan Bank Century sangat melelahkan bagi semua kalangan. Isu ini dikhawatirkan bisa menutupi persoalan yang lebih besar dan lebih sistemik dibandingkan dengan kasus bank Century itu sendiri. Sistemik karena ketidak siapan liberalisasi perdagangan ACFTA akan berdampak luas dan riil di masyarakat. Sejumlah persoalan bisa muncul akibat tidak (layak) bersaingnya produk-produk dalam negeri seperti penutupan perusahaan, pengangguran, kemiskinan. Sejumlah pedagang batik di Pasar klewer solo, juga menjual baju batik made in China dengan harga sangat kompetitif. Ironisnya, kondisi ini sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia yang lebih price sensitive. Penetrasi Batik Made in China dan berbagi produk impor China lainnya dikhawatirkan dapat memukul banyak industri lokal maupun nasional.

Penyelesaian kasus Bank Century di tingkat Panita Khusus (Pansus) Hak Angket perlu segera dilakukan. Stabilitas politik akan mampu mengembalikan tingkat kepercayaan investor yang sangat positif ketika bangsa ini mampu melalui pemilu 2009 dengan aman. Langkah ini semakin mendesak mengingat negara-negara lain berlomba-lomba untuk meningkatkan daya saing. Mereka melakukan serangkaian terobosan seperti percepatan pembangunan infrastuktur, penyederhanaan prosedur investasi dan penanaman modal, tingkat suku bunga yang rendah, dan kepastian hukum yang tinggi.

Penetapan rekomendasi yang jelas mengenai Bank Century oleh Pansus akan mempengaruhi posisi daya saing Indonesia yang sekarang ini juga tidak terlalu mengembirakan. Menurut survei Bank Dunia, posisi daya saing Indonesia (Competitiveness index) berada di urutan ke 122 dari 186 negara yang diteliti. Sejumlah kendala yang bisa menciptakan high cost ekonomi masih menghantui perekonomian Indonesia seperti ketidakpastian prosedur, infrastruktur kurang memadai, pelayanan publik yang rendah dan perizinan usaha yang birokratis.

Memang upaya debottlenecking terus digalakan oleh pemerintah, namun hal ini perlu mendapat dukungan parlemen baik ditingkat pusat maupun daerah. Sinergi eksekutif legislatif sangat diharapkan oleh masyarakat untuk mengejar ketertinggalan dibanding negara lain.

Berlarut-larutnya kasus Bank Century tentu akan berdampak bagi siapa pun yang menjadi pengambil kebijakan publik (policy maker) sekarang ini. Apalagi mendesaknya waktu akan menuntut setiap pengambil kebijakan baik di pusat maupun didaerah untuk melakukan terobosan (breakthrough). Daya saing nasional hanya bisa diciptakan apabila para birokrat dan aparatus pemerintahan merasa yakin dan terlindungi dari intervensi politik. Sementara itu. Koridor governance bagi transparansi dan akuntabilitas pengambil kebijakan juga perlu dibudayakan.

Akhirnya dari berbagai permasalahan yang kita hadapi sekarang Bangsa Indonesia dituntut untuk dapat memanfaatkan terbukanya pasar. Kita harus bekerja sama meningkatkan produktivitas nasional.

Indonesia perlu membangun perdebatan substantif dan konstruktif mengenai ACFTA yang sampai sekarang belum kita rasakan dalam ruang-ruang media publik, Menyampaikan kepada khalayak masyarakat yang belum mengetahui peluang dan ancaman ACFTA bagi produk-produk Indonesia. Membangun strategi Country origin (COO) melalui promosi pemakaian produk dalam negeri yang juga harus diimbangi pembenahan fundamental perekonomian nasional. Semua hal itu akan sulit dilakukan jika tidak ada stabilitas makroekonomi dan politik di Indonesia.

ACFTA bisa menjadi momentum bersama antara pemerintah DPR untuk duduk kembali dan menyusun langkah-langkah strategis sebelum rakyat menjerit, semua anak bangsa Indonesia perlu melakukan rekonsialiasi nasional dalam menghadapi ACFTA. Kalau hal ini tidak dilakukan , dikhawatirkan semuanya akan terlambat dan kita akan menyaksikan masyarakat Indonesia hanya menjadi konsumen dari berbagai produk yan dibuat bukan oleh tenaga kerja kita sendiri. Besar harapan akademisi agar para pengambil kebijakan dan DPR secara serius melihat urgensi persoalan liberalisasi perdagangan yang dapat membahayakan ketahanan ekonomi nasional Indonesia.

=================

Setelah membaca tulisan diatas, anda tentu sudah mulai paham maksud dari intro tulisan ini. walaupun anda dan saya tidak mengenal secara dekat dengan penulis, tetapi dari jabatan yang dimilikinya tentu saja kita tahu bahwa beliau ini memiliki pendapat yang cenderung untuk membela pemerintahan SBY-Boediono, mungkin saja karena kedekatan secara personal ataupun kedekatan secara institusi. Hal ini tidak perlu dibahas, karena memang tidak perlu dibahas, tetapi anda cukup tahu saja, bahwa hal yang disampaikan oleh seorang akademisi sekalipun dan ditamengi oleh gelar Phd yang melekat dinamanya, belum tentulah pendapat yang disampaikan tersebut memiliki posisi netral yang berusaha melihat kondisi dari sisi akademis.

Mari kita coba kupas satu persatu hal yang disampaikan dalam tulisan tersebut diatas, dengan pikiran jernih dan berusaha untuk melihat dari kepentingan rakyat banyak.

Pada alinea pertama dan kedua, penulis mencoba menyampaikan fakta yang ada, yang terjadi sehubungan dengan dilaksanakannya ACFTA. Hal ini tentu saja dapat diterima oleh semua pihak, karena yang disampaikan adalah fakta yang terjadi.

Pada alinea ketiga dan keempat, walaupun masih mengungkapkan fakta yang ada, tetapi sudah mulai berusaha untuk mengiring pendapat masyarakat, walaupun tidak secara jelas memberikan cap sebagai yang salah pihak yang mana, tetapi jika dibaca secara utuh sampai akhir tulisan, nampak jelas bahwa penulis menghimbau agar para anggota DPR, terutama para anggota pansus untuk segera menghentikan usahanya untuk membuktikan kesalahan Sri Mulyani dan Boediono, yang mungkin saja berakhir dengan Impeachment terhadap keduanya bahkan dapat saja menyeret-nyeret SBY, presiden negeri ini.

Sistemik karena ketidaksiapan liberalisasi perdagangan ACFTA akan berdampak luas dan riil di masyarakat. Sejumlah persoalan bisa muncul akibat tidak (layak) bersaingnya produk-produk dalam negeri seperti penutupan perusahaan, pengangguran, kemiskinan.

Memang bangsa ini tidak siap dalam menghadapi ACFTA, karena memang tidak siap untuk bersaing dengan negara lain, sudah banyak pabrik yang tutup karena permasalahan ini, bahkan beberapa waktu lalu beberapa perusahaan mengumumkan kebangkrutan dan menutup usahanya diiringi dengan PHK ribuan karyawan. Hal ini tentu saja akan berdampak bertambahnya pengangguran yang pada akhirnya akan menyebabkan kemiskinan. Karena pengganguran dan kemiskinan adalah saudara kandung yang tinggal satu rumah.

Ada atau tidaknya kasus Bank Century, kasus Cicak vs Buaya, atau kasus-kasus lainnya yang mencuat belakangan ini, tetap saja bangsa ini akan tergilas dalam persaingan global, dan penerapan ACFTA tersebut. Karena pemerintahan sebelumnya, termasuk pemerintahan SBY periode pertama, tidak memberikan landasan yang kuat bagi berdirinya perekonomian yang kuat, dan perindustrian yang berdaya saing tinggi.

High Cost Ekonomi tidak dapat dihilangkan, baik karena birokrasi yang berbelit-belit baik dengan alasan tertib administrasi maupun alasan untuk dapat mengutip pungli, telah menyebabkan perindustrian dan lingkungan usaha di negeri ini tidak berkembang dengan baik.

KPK yang diharapkan dapat memberantas korupsi, menghukum koruptor dan membuat jera para calon-calon koruptor, ternyata tidak dapat berjalan dengan cepat, dan harus terlibat dalam kasus pembunuhan Nasrudin, Cicak vs Buaya dan kriminalisasi serta tekanan dari penguasa. Andai saja KPK dapat bertindak progresif, dengan menjebloskan para koruptor dengan cepat dan memberikan hukuman seberat-beratnya, atau bahkan sampai hukuman mati, tentu saja hal ini dapat memberikan dampak jera bagi para calon-calon koruptor.

Jika hal ini dilakukan tentu saja, KPK bisa menghilangkan salah satu bagian dari KPK, yaitu bagian pencegahan. Karena efek jera yang ditimbulkan, tentu secara otomatis para koruptor akan berpikir sejuta kali sebelum mengambil uang rakyat, baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepenting kelompok.

Kriminalisasi KPK ternyata memberi dampak, semakin lemahnya penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK, semakin banyak toleransi yang diberikan kepada tersangka dan terdakwa, sehingga mengurangi sikap jera yang ditimbulkan oleh gaung kegiatan KPK dalam memberantas korupsi. Tentu saja hal ini berdampak buruk bagi keseluruhan perkembangan kondisi dinegeri ini.

KPK yang lemah, menyebabkan semakin maraknya kembali korupsi, yang masih berkerabatan dekat dengan pungli, dimana keduanya tentu saja akan menyebabkan High cost economy, pada akhirnya menyebabkan semakin lemahnya daya saing bangsa ini ditengah berlakunya hukum rimba diperekonomian dunia.

Dengan kondisi yang biasa-biasa saja, Indonesia pasti akan kewalahan dalam menghadapi ekspansi pasar China, jangankan bangsa yang perekonomiannya masuk kedalam kelompok terbelakang seperti Indonesia, negera maju seperti Amerika dan Jepangpun was was dengan gebrakan ekonomi China seiring dengan terbukanya akses perekonomian dunia.

Pada tahun 90 an, salah satu Akademisi tingkat Dunia pernah meramalkan bahwa perekonomian Dunia akan berpindah dari Amerika dan Jepang menuju beberapa negara Asia, China merupakan macan utama yang akan menguasai ekonomi, dan Indonesia disebutkan sebagai salah satu cikal bakal negara yang memiliki perekonomian yang kuat. Tentu saja hal itu disimpulkan karena potensi yang dimiliki oleh bangsa ini dianggap mampu menampilkan diri secara baik dipentas dunia, sehingga mampu menguasai perekonomian.

Sayangnya apa yang diramalkan tersebut tidaklah menjadi kenyataaan, reformasi yang dipicu oleh kondisi ekonomi yang buruk diakhir pemerintahan Soeharto, menggonjang ganjingkan bangsa ini didalam badai demokrasi yang sepertinya tanpa henti. Entah memang hal ini terjadi secara alamiah, atau memang kesengajaan yang direkayasa oleh bangsa asing melalui aksi inteligentnya. Seperti kita ketahui, bahwa krisis ekonomi yang menyebabkan jatuhnya Soeharto tidak terlepas dari peran IMF untuk menjebak bangsa ini kedalam kondisi yang buruk.

Mungkin saja prediksi yang disampaikan oleh sang Ekonom dunia tersebut diantisipasi dengan baik oleh negara besar yang tidak rela Indonesia naik peringkat menjadi negara maju perekonomiannya. Napsu penjajah tetap saja menguasai mereka, segala macam cara dijalankan agar aset-aset perusahaan yang ada dinegara ini dapat dikuasai oleh pihak asing, sehingga keuntungan dari berkembangnya perekonomian dapat dinikmati oleh bangsa asing yang memiliki saham pada perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia.

..Sejumlah pedagang batik di Pasar klewer solo, juga menjual baju batik made in China dengan harga sangat kompetitif. Ironisnya, kondisi ini sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia yang lebih price sensitive.

Daya beli masyarakat sudah sangat rendah. Jangankan membeli produk dalam negeri yang dijual dengan harga tinggi yang disebabkan mahalnya biaya produksi, mulai dari bayar listrik yang tarifnya akan segera dinaikan seiring dengan ditunjuknya direksi baru, bunga bank yang relatif lebih tinggi dibandingkan China dan tentu saja biaya lain-lain yang menyebabkan penguasa tidak dapat memberikan harga yang kompetitif, produk cina yang dijual dengan harga rendah saja sudah sangat sulit dijual.

Coba anda mampir kepusat pertokoan yang ada disekitar anda, memang para pengunjung banyak, tetapi jumlah transaksi yang terjadi tidak mencerminkan daya beli yang kuat. Kalaupun ada data yang menunjukan jumlah transaksi yang meningkat, itu berasal dari transaksi yang menggunakan kartu kredit, atau dapat disimpulkan bahwa transaksi yang terjadi dibiaya dengan hutang yang semakin hari semakin membesar. Silahkan periksa data transaksi kartu kredit dari AKKI (Assosiasi Kartu Kredit Indonesia), kemungkinan besar akan semakin besar dan terus meningkat. Dan coba tanyakan juga jumlah kartu kredit yang macet karena ketidak mampuan cardholder untuk membayar tagihan.

Intinya adalah daya beli masyarakat sudah tidak ada, yang ada hanyalah daya beli yang semu.

Penetrasi Batik Made in China dan berbagi produk impor China lainnya dikhawatirkan dapat memukul banyak industri lokal maupun nasional

Kalau bicara tentang banyaknya industri lokal maupun nasional yang terpukul akibat perjanjian ACFTA tersebut, silahkan saja para petinggi dari departemen perindustrian mampir dan lakukan sidak dibeberapa pusat Industri, coba ajak diskusi para CEO yang ada di daerah perindustrian tersebut, kemungkinan besar akan diperoleh Informasi bahwa banyak dari perusahaan-perusahaan tersebut sedang melakukan pengurangan karyawan, penghematan luar biasa dan bahkan banyak diantara perusahaan atau pabrik-pabrik tersebut, dalam kondisi persiapan menuju kebangkrutan. Kalau nampak gedung pabrik yang sepi.. pertanda sudah terjadi kebangkrutan dan PHK masal.

Penyelesaian kasus Bank Century di tingkat Panita Khusus (Pansus) Hak Angket perlu segera dilakukan. Stabilitas politik akan mampu mengembalikan tingkat kepercayaan investor yang sangat positif ketika bangsa ini mampu melalui pemilu 2009 dengan aman.

kalau saja saya diminta untuk memberikan masukan kepada presiden SBY tentang kasus Bank Century ini, saya akan sampaikan ” Bos…..kondisi sangat sulit… kalau ada yang menahan langkah… silahkan tinggalkan saja…..” dalam arti bahwa pemerintahan ini harus agresif dan melakukan tindakan cepat, jika ada hal-hal yang dapat menghambat langkah atau menghentikan roda pemerintahan, silahkan saja yang bersangkutan diberhentikan, baik sementara maupun permanen. jadi seharusnya presiden SBY, menghentikan sementara Sri Mulyani dan Boediono, selama proses berjalan di DPR maupun KPK. selain menghambat kinerja pemerintah secara keseluruhan, praktis Sri Mulyani dan Boediono tidak dapat melakukan tugasnya secara maksimal.

Anda saja Presiden SBY, melakukan tindakan tegas dengan memberhentikan sementara kedua tokoh ini, tentu saja perjalanan pemerintahan  SBY selama 100 pertama ini tidak terbebani usaha-usaha untuk memberikan pembelaan kepada keduanya.

Jadi sebagai pengambi keputusan, SBY dapat melakukan apa saja demi tercapainya kondisi yang kondusif.

. Langkah ini semakin mendesak mengingat negara-negara lain berlomba-lomba untuk meningkatkan daya saing. Mereka melakukan serangkaian terobosan seperti percepatan pembangunan infrastuktur, penyederhanaan prosedur investasi dan penanaman modal, tingkat suku bunga yang rendah, dan kepastian hukum yang tinggi.

Anda saja tidak ada kasus Century, dan tidak ada ribut cicak lawan buaya, apa sih  yang dapat dilakukan pemerintahan SBY Boediono  menjelang ACFTA ? Pembangunan infrastruktur… nampaknya pembangunan Infastruktur membutuhkan waktu lama dan biaya yang besar, jadi kalau baru dimulai akhir tahun 2009… kemungkinan baru selesai pada tahun 2014…

penyederhadaan prosedur investasi dan penanaman modal, nampaknya tidak akan berpengaruh banyak terhadap iklim investasi. seluruh dunia menyadari bahwa sistem produksi biaya murah yang dilakukan oleh China, tentu saja akan mengundang investasi kenegara tersebut.  tidak ada investor yang berminat dengan kondisi di Indonesia, listrik mahal dan byar pet, biaya telekomunikasi mahal. kondisi ini dapat saja membuat  perusahaan multinasional yang sudah puluhan tahun menanamkan modalnya di tanah ini, berpikir panjang untuk menambah investasi. malah kemungkinan besar mereka akan mengalihkan produksinya ke China dalam rangka memenangkan persaingan di dunia Internasional.

bagaimana cara menurunkan bunga, sementara pemerintahan membutuhkan penyerapan dana masyarakat dengan meningkatkan suku bunga. dan jangan bicara soal kejelasan hukum, bahkan Bibit – Chandra pun bisa ditahan tanpa kejelasan hukum. bahkan para mantan menteri dan pejabat yang sudah sering disebut-sebut terlibat banyak kasus korupsi, sampai hari ini belum tersentuh, kalaupun sudah ada yang dijadikan tersangka, tetapi belum ditahan.. nampaknya kepastian hukum semakin tidak jelas, KPK nampaknya sudah tidak seberani dulu, mungkin saja semua orang yang ada di Intitusi penegak hukum ini, sudah mulai menimbang-nimbang untuk menegakkan keadilan tanpa pandang bulu.

Memang upaya debottlenecking terus digalakan oleh pemerintah, namun hal ini perlu mendapat dukungan parlemen baik ditingkat pusat maupun daerah. Sinergi eksekutif legislatif sangat diharapkan oleh masyarakat untuk mengejar ketertinggalan dibanding negara lain.

debottlenecking bukanlah masalah yang krusial, karena kesalahannya bukan karena adanya bottleneck, melainkan kurang cepat, kurang tanggap dan kebijakan yang tidak tepat. nampaknya pemerintahan ini lebih suka melakukan jual jual aset bangsa ini kenegara lain dengan alasan untuk meningkatkan inflow modal. bahkan baru-baru ini diwacanakan untuk menjual saham pertamina, krakatau steel dalam proses. hal ini menunjukan kondisi yang kurang baik.

Secara sinergi parlemen dengan pemerintah, tentu saja akan sejalan, karena memang SBY memiliki koalisi besar yang mendominasi DPR. sedangkan pemerintah daerah, nampaknya ada keinginan besar dari partai Demokrat untuk menguasai seluruh pemerintahan daerah diseluruh Indonesia. dengan melakukan rekayasa ditataran peraturan dengan wacana menyatukan pelaksanaan pilkada dengan alasan menghemat biaya. padahal yang dicari adalah dengan digabungkan pelaksanaan pilkada, diharapkan dengan branding secara nasional, partai ini dapat menguasai pimpinan di daerah. kalau saja hal ini dimaksudkan untuk menyelaraskan pelaksanaan pembangunan, tentu saja hal ini dapat dimaklumi, yang menjadi masalah adalah jika hal ini didasari oleh keinginan untuk berkuasa saja…

Indonesia perlu membangun perdebatan substantif dan konstruktif mengenai ACFTA yang sampai sekarang belum kita rasakan dalam ruang-ruang media publik, Menyampaikan kepada khalayak masyarakat yang belum mengetahui peluang dan ancaman ACFTA bagi produk-produk Indonesia. Membangun strategi Country origin (COO) melalui promosi pemakaian produk dalam negeri yang juga harus diimbangi pembenahan fundamental perekonomian nasional. Semua hal itu akan sulit dilakukan jika tidak ada stabilitas makroekonomi dan politik di Indonesia.

Yang dibutuhkan bukanlah perdebatan substantif dan konstruktif mengenai ACFTA, melainkan kerja keras, kerja cerdas dengan cepat, singgap dan tanggap dalam mengambil keputusan-keputusan yang berpihak kepada usaha dalam negeri… tingkatkan daya beli, subsidi kembali minyak dan infastrukur seperti kelistrikan, turunkan tarif listrik dan telepon, kalau perlu turunkan pajak.

lantas bagaimana membiayai pengeluaran pemerintah.. tentu saja jawabannya dengan berhemat.  pejabat tidak perlu diberikan mobil baru, pejabat tidak perlu naik gaji dan penghematan lain yang dapat dilakukan.

Besar harapan akademisi agar para pengambil kebijakan dan DPR secara serius melihat urgensi persoalan liberalisasi perdagangan yang dapat membahayakan ketahanan ekonomi nasional Indonesia.

Setuju dengan pendapat ini, tetapi mungkin yang lebih ditekankan disini adalah pengambil kebijakan. biarakan saja DPR bermain ditataran politik, pemerintah harus kerja, kerja dan kerja. jangan pikirkan pilkada, kekuasaan dan perebutan simpati rakyat. kerja saja yang maksimal, dijamin masyarakat akan dapat mengerti sendiri tanpa perlu membayar lembaga survery unutk membentuk opini.

Intinya adalah semuanya tergantung kepada pemerintah, semua tergantung kepada SBY.  SBY harus berubah menjadi lebih tangkas, lebih tegas dalam mengambil keputusan. SBY harus berubah, kalau tidak kondisilah yang akan merubahnya, seperti yang dialami oleh Soeharto.

Kaitan tulisan panjang lebar ini dengan judul diatas apa ?

Hubunganya adalah, bahwa ACFTA tidak perlu dikhawatirkan, karena memang perekonomian bangsa ini sudah sangat kedodoran, tanpa ACFTA pun sebenarnya perekonomian dan iklim usaha dinegeri tidak bersahabat bagi bangsanya sendiri, kita tidak bisa menjadi tuan dinegeri kita sendiri. jadi tanpa ditiup oleh badai ACFTApun perekonomian kita memang sudah rapuh.. jadi terima saja…

biarkan produk China masuk, dan memang sebenarnya sudah lama masuk, setidak-tidaknya konsumen dapat memperoleh barang dengan harga murah, walaupun menyebabkan PHK masal dan kebangkutan ekonomi, minimal pekerja masih bisa berbelanja sampai uang pesangonnya habis,

setelah itu…. yang gak makan lah … :)

detikcom : RI 2 Rentan, Popularitas SBY Terancam

title : RI 2 Rentan, Popularitas SBY Terancam
summary : Isu pemakzulan SBY dinilai terlalu dini. Namun harus dicatat, SBY sering mengeluarkan kebijakan yang membuat miris masyarakat, seperti memberikan mobil mewah untuk menteri dan menaikan gaji pejabat. Hal ini dinilai menurunkan citra SBY di masyarakat. (read more)

detikcom : Partai Demokrat Dinilai Mulai Melemah

title : Partai Demokrat Dinilai Mulai Melemah
summary : Beberapa koalisi Partai Demokrat (PD) mulai menunjukkan perbedaan sikapnya dalam pansus angket Century DPR. PD pun dinilai mulai berjalan sendirian. Taring PD mulai melemah karena tidak menjaga kemitraannya dengan baik. (read more)

detikcom : PKB: Meski SBY Terindikasi, Boediono & Sri Mulyani yang Diganti

title : PKB: Meski SBY Terindikasi, Boediono & Sri Mulyani yang Diganti
summary : Meskipun Presiden SBY terindikasi terlibat kasus Bank Century, namun tak seharusnya sampai dimakzulkan. Yang seharusnya dimakzulkan adalah Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. (read more)

detikcom : Setelah Mobil Mewah, Gaji Pejabat Naik, SBY Tak Peka pada Rakyat

title : Setelah Mobil Mewah, Gaji Pejabat Naik, SBY Tak Peka pada Rakyat
summary : Kecaman demi kecaman terus mengalir atas rencana kenaikan gaji penjabat negara. SBY dinilai tidak punya rasa sensitivitas terhadap kondisi rakyatnya jika nekat menaikkan gaji para pejabat tinggi negara. (read more)

detikcom : Bambang Soesatyo: Semoga Cita-cita Pemakzulan Bisa Tercapai

title : Bambang Soesatyo: Semoga Cita-cita Pemakzulan Bisa Tercapai
summary : Anggota Pansus Century dari Partai Golkar, Bambang Soesatyo mengapresiasi \’cita-cita\’ Partai Gerindra untuk memakzulkan Presiden SBY. Namun Bambang mengakui jika hal itu sulit terwujud. (read more)

detikcom : 9 Wantimpres Resmi Dilantik SBY

title : 9 Wantimpres Resmi Dilantik SBY
summary : 9 Anggota wantimpres resmi dilantik oleh Presiden SBY. 9 orang tersebut adalah para mantan menteri dan mantan anggota wantimpres. (read more)

Mari Dukung Akbar Faisal… “Bintang” Pansus Century

Disclaimer :

Tulisan ini bukan bertujuan untuk menggalang dukungan untuk partai tertentu, atau memojok partai lainnya, melainkan hanya berusaha mengungkap fakta yang ada… dan memberikan perspektif yang jelas bagi perjuangan kepentingan rakyat, dalam rangka pembelajaran bagi bangsa yang tengah belajar… semoga bermanfaat dan tidak ada pihak-pihak yang merasa terpojokan.

Kasus Bailout Bank Century layaknya drama berbabak-babak yang tidak kunjung selesai. tentu saja hal ini disebabkan karena berimbangnya kekuatan antara masing-masing kepentingan, yaitu kepentingan penguasa dan kepentingan lawan penguasa ( Rakyat).

Sidang Pansus yang terbuka untuk umum, telah menjadi konsumsi yang mungkin membuat “eneg” karena terlalu lama dan panjang. mungkin hal ini dimaksudkan untuk membuat rakyat kembali apatis dan tidak peduli dengan apa hasil akhir dari telenovela ini. Sayangnya harapan itu tidak terwujud, karena nampaknya dorongan rakyat untuk dibongkarnya kasus Bank Century ini secara terang benderang terus bertambah kuat. Bahkan dalam demo besar-besaran yang bertepatan dengan 100 hari masa pemerintahan SBY-Boediono, kasus Bank Century ini merupakan tema besar yang diusung dan diperjuangkan.

Citra DPR yang selama ini dianggap menjadi tukang stempel dari setiap kebijaksanaan pemerintah, baik karena kuatnya koalisi penguasa di DPR atau karena negosiasi kompromistis yang dilakukan para petinggi Partai Politik yang memiliki perwakilan di DPR, ternyata sudah mulai nampak memperlihatkan perubahan yang cukup siginifikan. Walaupun dengan perjuangan yang alot, nampaknya beberapa tokoh yang ada didalam pansus mulai memperlihatkan independensi dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat.

Salah satu dari anggota Pansus yang patut mendapatkan “Jempol” adalah politisi dari Partai Hanura, Akbar Faisal. walaupun perwakilan Hanura di DPR tidak cukup banyak, ternyata Partai “Wiranto” ini benar-benar berusaha memaksimalkan perjuangan bagi kepentingan rakyat. mungkin juga hal ini disebabkan karena pengaruh nama partai itu sendiri yaitu Hati Nurani Rakyat.

Akbar Faisal, ternyata mampu membuktikan bahwa Hanura benar-benar berisikan Hati Nurani Rakyat, tidak hanya sekedar partai politik yang cuma mengusung kepentingan kelompoknya saja.

Sikap Akbar Faisal yang tenang, dan selalu memiliki argumen yang tepat bagi setiap dalih yang disampaikan para kelompok penguasa, tidak dapat dipungkiri memiliki andil yang cukup besar untuk pengungkapan kasus Bank Century ini. Bahkan dalam sebuah wawancara di sebuah stasiun televisi swasta, Akbar Faisal sempat membuat gelagapan salah satu petinggi Demokrat yang biasanya selalu menang dalam setiap diskusi, karena menggunakan cara-cara yang biasa digunakan oleh banyak petinggi Demokrat yaitu selalu ‘ngotot’ , tidak mau kalah, tidak memberikan kesempatan kepada panelis lain untuk menyampaikan pendapat dan selalu memotong pembicaraan orang lain. Sutan Batoegana hanya bisa terdiam dan tak banyak bicara ketika Akbar Faisal menyampaian argumentasi dan himbauan untuk membuka kasus Bank Century sejelas-jelasnya sesuai dengan keinginan Presiden SBY.

Dipenghujung masa kerja pansus ini, mulai terlihat tanda-tanda penumpulan kekuatan rakyat yang menginginkan terbukanya kasus Bailout ini sejelas-jelasnya, yang tentu saja akan ditindaklanjuti baik secara administratif maupun melalui hukum, oleh Presiden dan lembaga peradilan seperti KPK dan Kejaksaan Agung. Nampak jelas terjadi negosiasi yang cukup alot, diantara partai-partai yang ada di DPR, terutama yang masuk kedalam koalisi demokrat, seperti PKS, PPP dan Golkar.  Tentu saja partai-partai itu tidak akan mau kehilangan momentum untuk mendapatkan simpati dari seluruh rakyat sebagai tabungan untuk pemilu 2014 atau untuk pilkada diberbagai daerah.

PKS tidak akan mau menanggung cap sebagai partai yang tidak bersih, hanya karena melindungi kursi Menteri yang sekarang diduduki Tifatul Sembiring. PKS kemungkinan besar akan menghibahkan Tifatul kepada Demokrat, jika terjadi Chaos politik yang akan menyebabkan bubarnya koalisi Demokrat. Golkar sebagai partai yang paling senior diantara partai yang ada saat ini, sudah pasti dapat bermain dengan indah, tetap menjadi bagian pemerintah, tetapi mendapatkan simpati yang besar dari Masyarakat dalam perjuangannya didalam kasus Bank Century.

Hanura,  melalui Akbar Faisar, merupakan partai yang paling besar mendapat simpati dan nilai tambah dari bergulirnya kasus Bailout Bank Century ini, karena walaupun Partai Hati Nurani Rakyat ini hanya memiliki sedikit wakil di DPR, tetapi dapat memaksimalkan perjuangannya didalam menghadapi “macan-macan” Demokrat didalam pansus Century, dan kemungkinan besar, perjuangan Akbar Faisal ini akan tercermin didalam Pilkada yang akan dilakukan beberapa waktu yang akan datang.

Mari kita berikan dukung yang besar kepada Akbar Faisal, Hanura dan politisi lain yang benar-benar memperjuangkan, terbukannya kasus Bank Century secara terang benderang.

Salam buat Akbar Faisal …..  ” Teruskanlah perjuanganmu…………seluruh rakyat Indonesia mendukungmu”.

berikut berita tentang sikap Akbar Faisal yang Walk Out dari Rapat Pansus Century.

Jumat, 29/01/2010 16:30 WIB
Rapat Kasus Century di DPR
BPK Tolak Beri Data, Akbar Faizal Walk Out
Amanda Ferdina – detikNews

Jakarta – Keputusan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menolak memberikan data-data kasus Bank Century membuat anggota Pansus Angket Century Akbar Faizal meradang. Politisi Hanura ini walk out dari rapat bersama di DPR.

“Karena BPK tidak memberikan data, maka saya berlepastangan atas semua hasil keputusan dari rapat ini. Terima kasih,” kata Akbar dalam rapat bersama pimpinan DPR, Pansus Century dan pimpinan lembaga negara di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/1/2010).

Rapat yang sebelumnya tertutup ini akhirnya berlangsung terbuka untuk wartawan.

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santosa yang memimpin rapat ini turun tangan meredam ketegangan itu. “Lebih baik kita bersalaman dulu,” kata Priyo

Akbar akhirnya bersedia bersalaman dengan seluruh undangan yang hadir. Pria yang mengenakan batik lengan panjang warna coklat ini lalu meninggalkan ruangan.

BPK sebelumnya tetap tidak mau memberikan data yang diminta Pansus Century. Alasannya, UU tentang BPK tidak memperbolehkannya.

“Jadi perdebatan itu wilayah UU. Pansus Angket dibentuk oleh konstitusi, harusnya levelnya lebih tinggi. Kita harus mengembalikan posisi DPR ke depan. Kita memegang hak rakyat tertinggi. Kita berhak untuk meminta data,” kata Akbar.

“Pak ini kan levelnya UU? Iya ini levelnya UU tetapi ini rakyat yang meminta. Lagipula masa untuk meminta data saja harus sampai ke pertemuan seperti ini. Banyak jawaban BPK yang membuat bingung,” papar pria berkacamata ini.

DPR berinisiatif mengundang Pansus Century dan pimpinan lembaga negara seperti BPK, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Mahkamah Agung (MA) dan Bank Indonesia (BI). Namun, MA absen dalam pertemuan itu.
(aan/iy)

Sebenarnya tidaklah sulit untuk membuktikan dan membuka kasus Bank Century secara terang benderang, bahkan mantan Kabareskrim Susno Duadji, menyampaikan seperti yang termaktub dalam testimoninya…

Susno Duadji

Sebagai Catatan, Bareskrim memang tidak memprioritaskan penyidikan kasus penyertaan dana LPS sebesar Rp 6,762 Trilyun dikarenakan pertimbangan sebagai berikut:

“Ada di antara anggota KSSK saat itu yang sedang mengikuti Pemilu Wakil Presiden, kemudian memang sehingga menunggu persiapan pelantikan Wakil Presiden, yang tentunya kalau langung disidik akan terjadi kehebohan, walaupun sebesarnya untuk membuktikan adanya korupsi dalam kasus penyertaan modal dari LPS senilai Rp 6,762 Trilyun ke Bank Century tidak terlalu sulit.”

(dikutip dari Nusantaranews)

Mari berharap dan berdoa, agar kasus ini terbuka dengan jelas, dan tidak menjadikan bangsa ini menjadi hancur lebur, hanya demi mempertahankan beberapa orang di dalam pemerintahan.

Salam Indonesia

Website Pintar Bahasa Jepang

Pintar bahasa jepang

pintarbahasajepang