Eforia reformasi, proses demokrasi di negeri ini masih menggema dan kita rasakan sampai saat ini.. Walaupun puncak Reformasi tersebut terjadi 10 tahun yang lalu, tetapi pada dasarnya proses penjiwaannya belumlah terlaksana. atau istilah yang biasa digunakan oleh Manusia Pembelajar proses Penubuhan belum sukses dijalani. Penubuhan berasal dari kata tubuh, yang maksudnya adalah apa yang ada dalam konsep pikirin tersebut dimasukan kedalam tubuh kita, dijabarkan dengan tindakan & perbuatan keseharian. Hal ini dapat dilihat dari suasana kerja yang ada diperusahaan kita apalagi di Institusi kepemerintahan. Kalau Reformasi dimasukan kedalam konteks kondisi dipekerjaan, kita masih merasakan sikap patenarlistik dan adanya ewuh pekewuh dalam hubungan antara bawahan dan Atasan. Masih berbicara tentang demokrasi didalam pekerjaan, Era “To command” , yang berarti memberi perintah, yang merupakan ciri-ciri organisasi yang otoriter harus diganti dengan “ To Build your Inner Motivation”.Atasan harus berfungsi sebagai pemberi motivasi kepada bawahan untuk melakukan pekerjaannya sebaik-baiknya dengan membangkit motivasi dari dalam diri masing-masing. Untuk menunjang pelaksanaan hal ini, perlu dilakukan perubahan mendasar dalam penilaian karyawan. Kalau selama ini yang menjadi penilai dari seorang karyawan adalah Atasannya. Kalau hal ini di balik, dimana yang memberi penilaian terhadap seorang pimpinan adalah bawahan langsung yang berada dibawah kepimpinannya.. Jadi seorang manajer akan dinilai oleh bawahannya, kepala bagian dinilai manajer, kepala divisi dinilai oleh kepala bagian, direktur dinilai oleh kepada divisi, presiden direktur dinilai oleh direktur. Hasil penilaian ini akan dijadikan oleh Bagian HRD untuk memberikan Coching, konseling atau bahkan training kepada para atasan bagaimana menjadi pemimpin yang bisa memberikan motivasi para bawahannya, sehingga para bawahan tersebut bisa bekerja dengan Inner Motivasi, yang tentu saja hasilnya lebih baik daripada sesuatu yang dikerjakan atas perintah. Pada dasarnya, oknum yang terpenting dalam suatu pekerjaan adalah siapa yang melakukan tugas itu secara langsung. Misalnya seorang customer service yang bekerja meladeni pelanggan merupakan faktor utama dari keberhasilan pelayanan pelanggan suatu perusahaan, bukan supervisornya. Jadi apabila si customer service bisa mengerjakan pekerjaan sebaik-baiknya dengan supervisi yang sedikit atau bahkan tanpa supervisi, tentunya pelanggan akan terpuaskan. Kalau perubahan paradigma ini bisa dilakukan, anda bisa bayangkan hasilnya bagaimana. Tapi problemnya, perusahaan mana yang berani melakukan hal ini sebagai bahan percobaan, yang mungkin saja mempunyai dampak negatif, misalnya, para atasan menjadi takut kepada anak buahnya, anak buahnya menjadi kurang ajar kepada atasannya. Beranikan Kita ?
DIarsipkan di bawah: motivation
























Semuanya tergantung pada individu masing-masing kerena perubahan dengan memberanikan diri untuk merubahnya tergantung atas kemauan kita sendiri. masalahnya adalah apakah pola pikir itu bisa diterima oleh semua lapisan terutama elit atau aktor yang berperan melakukannya. untuk mengawali sebuah perubahan membutuhkan tekad, komitmen, dan support baik pemerintah dan masyarakat.