Air asia dibawah kepemimpinan Tony Fernandes telah berhasil keluar dari kesulitan keuangan, yang sebelum memiliki hutang sebanyak 11 juta dolar menjadi perusahaan dengan keuntungan 8 Juta dolar dalam periode 1 tahun. Strategi yang dilakukan Air Asia adalah Low Cost dan No frills yaitu memberikan tarif yang rendah dengan melakukan penekanan biaya. Penekanan biaya tersebut dilakukan mulai dari pemesanan tiket, yaitu tanpa menggunakan tiket (hemat biaya pembuatan tiket), tanpa makanan didalam pesawat dan tidak adanya nomor kursi bagi setiap penumpang. Selain itu, proses persiapan penerbangan berikutnya, setelah pendaratan pesawat dilakukan seefisien mungkin baik dari segi waktu persiapan maupun personil yang melakukan persiapan. Dimana Awak pesawat (pramugari, sampai pilot) ikut serta dalam menjaga kebersihan pesawat tersebut. Dengan memberikan harga yang murah ini, dengan semboyan “ Now Everyone Can Fly”, Air Asia sebenarnya membidik pasar bawah yaitu segmen yang membutuhkan sarana transportasi udara, tanpa mempertimbangan tingkat pelayanan eksklusif yang bergengsi. Karena dengan meningkatnya kondisi perekonomian, mobilitas juga meningkat. Sarana transportasi udara yang dahulu lebih berkesan sebagai kendaraan yang berkelas tinggi, dengan strategi ini diubah mejadi sarana transportasi untuk semua kalangan.
Faktor internal yang memperngaruhi dalam pengambilan keputusan ini adalah untuk meningkatkan keuntungan yang diperoleh dengan memanfaatkan kapasitas yang tersedia. Dengan memberikan harga yang murah diharapkan kapasitas jumlah tempat duduk yang tersedia, terisi penuh. Yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi dari biaya yang dikeluarkan. Sedangkan Faktor Eksternal yang perlu dipertimbangkan adalah kondisi persaingan di dalam industri penerbangan yang pure competititon. Permintaan (demand) sangat dipengaruhi oleh tingkat harga (Price elasticity of demands). Oleh karena itu Air Asia harus mempertimbangkan harga yang diberikan oleh pesaing.
Strategi yang digunakan adalah strategi penetrasi yaitu merebut pasar dengan memberikan harga yang lebih rendah dibandingkan kompetitor. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah kompetitor disini, tidak hanya pesaing didalam sarana tranportasi udara saja, tetapi juga transportasi darat dan laut. Karena dengan memberikan harga yang sama atau bahkan lebih rendah dari kedua jenis transportasi ini, akan menarik pelanggan untuk menggunakan Air Asia dibandingkan menggunakan transportasi darat/laut tersebut. Karena dengan harga yang sedikit diatas moda transportasi ini, Air Asia bisa memberikan pelayanan penghematan waktu untuk sampai ke tujuan.
Untuk saat ini, Air Asia masih bisa bertahan dengan menggunakan startegi low fare low cost no frills ini, karena hal ini masih dibutuhkan oleh pelanggan transportasi udara. Yaitu pelayanan transportasi udara dengan harga murah.
Tantangan yang harus dihadapi oleh Air asia adalah strategi ini dapat dengan mudah diikuti oleh pesaing. Oleh karena itu Air Asia harus memodifikasi strategi, misalnya bergeser untuk melayani segmen yang lebih tinggi. Dengan tetap memberlakukan No Frills tetapi dengan memberikan service yang lebih baik, tentu saja Air Asia dapat memberikan harga sedikit lebih tinggi untuk segmen tersebut.
DIarsipkan di bawah: Marketing

PELACUR AIR ASIA YA MAS .. SALAM KENAL DARI KOMPETITOR MU
Mohon maaf saya bukan orang air asia, kebetulan materi ini merupakan hasil diskusi dibidang marketing .