Kasus Cicak Vs Buaya terus bergulir, nampaknya kedua belah pihak saling baku hantam, dan tak satupunya yang mau mengalah atau mengaku kalah (baca : salah). Semua fakta-fakta, argument dan pendapat dari kedua belah pihak dilemparkan ke public, baik untuk mencari kebenaran entah pembenaran, ataupun hanya sekedar untuk membentuk opini masyarakat, agar dukungan terhadap mereka diperoleh dari seluruh masyarakat Indonesia.
Langkah kepolisian dan DPR sebagai lembaga wakil rakyat yang nampaknya lebih condong membela kepolisian dan kejaksaan dengan menggelar temu wicara komisi 3 DPR dan kepolisian, dengan mempertontonkan air mata Susno Duadji, serta memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk melakukan pembelaan diri kepada masyarakat luas, apalagi acara tersebut ditayangkan oleh salah satu televisi secara langsung hingga dini hari… (sekitar jam setengah empat pagi).
Seharusnya, DPR sebagai lembaga wakil rakyat yang bertugas untuk menyerap aspirasi masyarakat dan menyampaikan aspirasi tersebut pada pertemuan-pertemuan, lobby-lobby serta temu wacara seperti yang dilakukan pada kamis dini haris tersebut. Tetapi dari nuansa yang timbul dari pertemuan tersebut, tidak banyak argument anggota DPR yang merupakan pokok-pokok pikiran masyarakat, yang merasa bahwa Kepolisian yang dicitrakan sebagai lembaga yang tidak bersih, apalagi ditambah dengan adanya rekaman pembicaraan telepon Anggodo, yang merupakan bukti sahih adanya kriminalisasi pimpinan KPK dan keterlibatan kepolisian & kejaksaan (baik secara institusi maupun oknum).
Temu wicara tersebut malah ditenggarai sebagai bentuk dukungan DPR kepada kepolisian. Susno Duadjipun diberi kesempatanpun untuk meyakinkan seluruh penonton acara tersebut, dengan mengangkat sumpah. Bukannya tidak percaya atas sumpah dengan menyebut asma SANG PENCIPTA itu, tetapi sumpah dinegeri ini sudah menjadi barang murah, yang seringkali diucapkan, pada saat pelantikan-pelantikan pejabat, prajurit dan dibanyak kesempatan lainnya, tetapi faktanya tetap saja para pejabat, dan petinggi-petinggi yang sudah mengangkat sumpah melanggar sumpah yang diucapkan. Jaksa Urip yang jelas-jelas terlibat dalam kasus suap itu, pasti pada saat mulai menjabat, mengucapkan sumpah, dan berjanji tidak akan menyalah gunakan jabatan yang disandangnya, bahkan Aulia pohan yang besan SBY, yang sudah menikmati hotel prodeo juga termasuk orang yang sudah bersumpah, tetapi tetap melanggar sumpah. Sehingga sumpah-sumpah yang disampaikan oleh petinggi dinegeri ini membuahkan “Sumpah serapah” rakyat yang merasa tertipu.
Dukungan DPR terhadap kepolisian ini sudah diperlihatkan oleh salah satu anggota DPR dari PKS yang nampaknya penuh emosional disalah satu acara di sebuah televise menyudutkan KPK sebagai lembaga yang tidak bersih, dan mati-matian membela kepolisian. Walaupun akhirnya sikapnya mulai melunak, dan PKS pun menganggap pernyataan yang disampaikan itu adalah pendapat pribadi.
Penasaran juga untuk mengetahui, siapa saja sih anggota komisi 3 yang pada saat itu datang, dan hubungan-hubungan yang dimiliki mereka, sehingga dukungannya lebih banyak kepada kepolisian… lihat di Website DPR Go Id, berikutlah daftar anggota DPR komisi III yang mungkin saat itu ikut serta hadir didalam temu wicara, dan mungkin juga hari-hari kedepan, turut serta dalam urun rembug untuk menfasilitasi atau mengarahkan jalan keluar bagi persoalan cicak vs Buaya, yang tentu saja tidak akan lepas dari kepentingan yang dimilikinya. Jadi jika sang anggota DPR itu memiliki kepentingan agar kepolisian dan kejaksaan menang, tentu saja pendapat dan argument serta usaha yang akan dilakukannya adalah melemahkan KPK. Sebaliknya, jika Anggota DPR dan partai yang diwakilinya memiliki kepentingan dengan kedigdayaan KPK, tentu saja akan melontarkan pendapat yang melemahkan kepolisian & kejaksaan.
Berikut daftar anggota DPR komisi 3, kalau ada yang memiliki informasi tentang anggota DPR komisi 3 ini yang memiliki kedekatan, kepentingan untuk membela kepolisian & KEjaksaan, mari berbagi informasi, untuk disebarkan kepada seluruh rakyat Indonesia, agar semua tahu apasih yang melandasi sikap yang diambilnya.
|
Selain dua kelompok itu, (pembela cicak dan pembela buaya & Godzila), mungkin saja ada anggota DPR atau masyarakat menjadi kelompok ketiga, yaitu Bunglon
Sesuai dengan namanya, kita ketahui bahwa bunglon merupakan mahluk yang bisa menyesuaikan warnanya sesuai dengan lingkungan.
Bunglon bisa mengubah-ubah warna kulitnya, meskipun tidak sehebat perubahan warna chamaeleon (suku Chamaeleonidae). Biasanya berubah dari warna-warna cerah (hijau, kuning, atau abu-abu terang) menjadi warna yang lebih gelap, kecoklatan atau kehitaman.
Di saat Bunglon merasa terancam , Ia akan mengubah warna kulitnya menjadi serupa dengan warna lingkungan sekitarnya, sehingga keberadaannya tersamarkan. Fungsi penyamaran demikian disebut kamuflase.
Bunglon-bunglon ini mudah terpengaruh dengan scenario telenovela yang dilakukan kepolisian, dan pembentukan opini KPK melalui pengungkapan fakta-fakta yang tidak terbantahkan. Pada saat rekaman anggodo diputarkan, sang bulon merasa yakin bahwa KPK merupakan kelompok yang paling benar, dan mendukung gerakan untuk membebaskan Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, dengan ikut bergabung dengan Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto. Tetap pada saat menonton sinetron yang berjudul “ Sumpah Susno”, lantas saja di bunglon berubah pikiran, dan mencabut keanggotaannya dari kelompok facebookers tersebut, dan turut serta menyumpah serapah Chandra Hamzah dan Bibit samad yang katanya Kapolri memiliki bukti aliran dana kepada kedua pimpinan KPK ini.
Berbeda dengan bunglon yang berubah warna karena merasa terancam oleh predatornya, para bunglon di Negara ini, mungkin saja merubah karena kebingungan yang diciptakan oleh pemimpin peragu, dan pembingung, tetapi mungkin juga yang berubah perdapat itu dikarenakan baru menyadari, ancaman yang akan dirasakan karena keberpihakannya kepada KPK. Seperti kita ketahui KPK sudah banyak menjadikan anggota DPR menjadi tersangka korupsi, bahkan mungkin saja diantara anggota DPR yang ada di lembaga perwakilan rakyat ini, sudah melakukan tindakan korupsi diwaktu yang lalu, dan kemungkinan besar akan segera mendapat giliran untuk dijebloskan ke hotel prodeo oleh KPK.
Anda dan saya mungkin juga masuk dalam kelompok Bunglon, entah bunglon yang bingung atau bunglon yang terancam. Semoga saja bunglon-bunglon ini dapat segera menetapkan posisinya, sehingga jelas dan tidak menambah bingungnya negeri ini ditengah kebingungan pemimpin bingung yang tidak tegas, terlalu hati-hati tetapi tidak konsekwen dengan janji, tidak cocok antara yang diucapkan dengan yang dilakukan, dan seringkali meralat ucapannya tanpa merasa bersalah.
Mungkin saja Usman Yasin dapat menggantikan kepemimpinan SBY, memegang tampuk pimpinan negeri ini, atau mungkin saja akan benar datang Satrio piningit yang bukan siapa-siapa dan berasal entah dari mana, datang untuk membawa bangsa ini menuju kehidupan bangsa ini kedalam kondisi yang lebih baik.
Entah SBY akan dapat menyelesaikan kepemimpinannya sampai akhir periode, entah tidak.
Entah kemana ujung dari permasalahan Cicak vs Buaya ini akan berakhir, tidak ada yang tahu. Entah akan berakhir dengan kekalahan Buaya, sehingga Raja Buaya dan Godzila harus turun, atau malah sebaliknya cicak-cicak mati diinjak-injak penguasa.
Entah kemana, yang pasti kasus ini bergerak seperti bola liar yang akan menyambar kemana saja, tanpa ada yang dapat mengendalikannya.
Dan yang harus diingat juga bahwa kasus ini setidak-tidaknya sudah mengamankan kasus-kasus lain yang mungkin saja perlu mendapatkan perhatian, seperti kasus Bank Century, Kasus Miranda Gultom, kasus BLBI, dan kasus-kasus lainnya, termasuk masalah rangkap jabatan menteri dengan pimpinan partai politik. Masih banyak kasus yang harus di dorong agar bangsa ini dapat hidup lebih baik.
Ditengah keributan ini, tindakan-tindakan korupsi mungkin saja terus berjalan, mulai dari yang kelas rendahan, ratusan juta sampai miliaran. Jangan berpikir mereka sudah kapok, buktinya saja setelah kasus Urip & Arthalita, tetap saja masih ada kasus Anggodo, Ritonga dan Susno. Hari ini, detik ini mungkin saja mereka masih melakukannya.
Jadi kesimpulannya… SBY harus segera memberhentikan Kapolri dan menunjuk orang yang tepat, yang cocok dengan kondisi serta kemauan seluruh rakyat Indonesia serta pemberantasan korupsi yang dijanjikan SBY, siapa orangnya… banyak.. diantaranya adalah Herman S Sumawiredja, mantan Kapolda Jawa Timur atau Irjen Sutjiptadi, mantan Kapolda Riau Brigadir Jendral Polisi Sutjiptadi, karena kedua tokoh ini dapat mewakili aspirasi masyarakat.
Mungkinkah…. Mungkin saja…. Hanya diperlukan gerakan people power melalui facebooker, yang didukung oleh media massa, mahasiswa dan seluruh masyarakat Indonesia. Tentu saja dengan ditunjukan sosok yang telah terbukti bersebrangan dengan koruptor, sudah pasti reformasi dikepolisian dapat segera dilakukan. Tanpa dipaksa, SBY tidak akan pernah menempatkan orang anti korupsi sebagai Kapolri dan Jaksa Agung, tentu penyebabnya kita semua sudah tahu, dan sudah menjadi rahasia umum. Tanya kenapa ….?
Tanpa dipaksa, SBY tidak akan pernah menempatkan orang anti korupsi sebagai Kapolri dan Jaksa Agung, tentu penyebabnya kita semua sudah tahu, dan sudah menjadi rahasia umum. Tanya kenapa ….?
sby ternyata salah dapat pasangan
presiden perintahkan dpr langgar undang undang
rekomendasi lengkap tim 8
sby will do the right wrong in the right place in the right time
facebook dan micro blogging people power gaya baru
permisif dan apatis hambat proses pemberantasan korupsi
bibit hamzah jadi martil pemberantasan korupsi
transkrip lengkap kasus kriminalisasi pimpinan kpk
akhirnya terkuat bukti kriminalisasi pimpinan kpk
ms hidayat bukan perwakilan dari golkar tapi dari ykdk
sby perintahkan menteri dari parpol mundur dari jabatan dipartai
turunkan pengangguran politik menteri yang pengurus partai silahkan mundur
daftar pimpinan komisi dpr bagi jatah atau bagi kerja
selamat datang orde kepalsuan dunia dusta
badut politik dalam ketoprak demokrasi
bencana di indonesia ujian bagi ketamakan dan kesombongan pemimpin kita
ical menang lonceng kematian demokrasi dinegeri ini
rhenald kasalipun tahu kalau kpk di kriminalisasi siapa yang mau bantah
mungkinkah dana century mengalir untuk kampanye
ternyata kasus bank century melibatkan kelompok yang lebih luas
akhirnya terlihat tanda tanda bahwa aulia pohan akan dibebaskan
semakin dibuka kapolri semakin terpuruk
testimoni antasari azhar
satrio boyong pambukaning gapuro satria pembawa bencana
pantaskan seorang presiden yang suka asal tuduh dijadikan pemimpin
jurus de vide et impera mubarok kembali dikeluarkan ciattttt
aburizal bakrie rizal mallarangeng pemenang kursi ketua umum partai golkar
sby orator dengan alat bantu
kumpulan bencana di tanah air periode 2009 2014 updated
pepatah presiden kencing berdiri para menteri kencing berlari
siapa dibalik kemenangan personal branding sby
perubahan pemilu indonesia menuju komersialisasi jabatan publik
hina etnis arab antara tugas dan kekhilafan
korban pasal karet 310311 kuhp bukti adanya neolib
DIarsipkan di bawah: Indonesia raya | Ditandai: anggodo, anti korupsi, blogger, buaya, cicak, cicak vs buaya, defriansyah, hendarman, Ibsn-ibsn, Indonesia, ISBN-isbn, korupsi, pemimpin, politik, SBY, susno

























hi salam kenal
hi wkakwkawkkwa
paling jg gk beres juntrungannya. inilah dunia…
Blognya sangat inovatif…salam kenal..dan…semoga terus BerJAYA
Ironi: “Di Jember Ayam Kampus semakin marak, Harga mulai Rp. 300rb”
Merka itu orang tua, atau oarang muda karbitan,
DPR = DEWAN PERWAKILAN RAKYAT.
BAPAK-BAPAK; IBUK-IBUK ANGGOTA DEWAN KALAU INGIN DIHORMATI OLEH RAKYAT YANG ANDA WAKILI INGATLAH TUGAS DPR. ANDA WAKIL RAKYAT JURU BICARA RAKYAT, BUKAN JURU BICARA APARAT.
MERENUNGLAH KEMBALI.
PENONTON ATAU RAKYAT MENTERTAWAKAN ANDA KETIKA KOMOSI 3 DPR RDP DENGAN KAPOLRI.
MALU OI
Alhamdulillah saya golput, jadi ngak masalah Bapak-bapak DPR mau bilang apa,..karena saya ngak merasa ada yang mewakili, yaitu yang mewakili saya hanya di dunia maya.
Hukum ekonomi pasar mengatakan bahwa pasar hanya akan terjadi jika dan hanya jika ada penjual dan pembeli.
Jika diibaratkan penjual adalah pengusaha atau cukong-2 nakal yang ingin dapat proyek pemerintah dengan cara gampang (tidak mau bersaing sehat walau tidak memenuhi syarat)
Jika diibaratkan pembeli adalah oknum aparatur negara yang doyan uang pelicin dengan memberikan kemudahan dan fasilitas khusus bagi yang membutuhkan.
Maka pasar KKN akan terbentuk jika ada pertemuan antara pengusaha nakal dan oknum aparatur negara.
Agar tercipta pasar proyek pemerintah yang bersih dan berwibawa, maka :
1. Seleksi dan perketat masuknya penjual ke pasar.
Penjual KKN dilarang masuk.
2. Awasi pembeli yang masuk pasar.
Pembeli yang KKN dilarang masuk.
Kesimpulan pasar akan bersih dari KKN jika dan hanya jika penjual atau pengusaha dan pembeli atau aparatur negara tidak bertransaksi KKN.
[...] wrong in the right place in the right time facebook dan micro blogging people power gaya baru insya allah sby segera ganti kapolri dan jaksa agung permisif dan apatis hambat proses pemberantasan korupsi bibit hamzah jadi martil pemberantasan [...]